Tadi sore di Global TV ada acara MTV Total Request, dimana sore itu mereka ngangkat tema Jamaican Music alias musik-musik Jamaika seperti ska, reggae, dan rocksteady. Sebuah topik yang sebenernya lumayan menarik buat saya.
Acara tersebut dibawakan oleh dua VJ yang bener-bener nggak penting, yaitu VJ Daniel dan seorang VJ perempuan yang logatnya nggak beda jauh ama Cinta Laura (lucunya lagi di acara itu si VJ perempuan tersebut sempet-sempetnya nyindir artis-artis Indonesia yang suka sok2an pake logat bule..hmpf). Nah kenapa kedua VJ tersebut saya bilang ngga penting? Soalnya mereka ngebawain acara dengan sangat buruk! kalo kata orang jawa plegak pleguk, keliatan banget mereka ngga menguasai materi yang diberikan produser (dikit-dikit ngeliat catetan di monitor, trus ngomongnya juga belepotan), selain itu gaya mereka juga norak banget.
Yang lebih nggak penting dari dua VJ tersebut adalah acara itu sendiri. Bisa-bisanya mereka mengklaim sebagai Music Television, kalo ternyata fakta-fakta yang diungkapkan di acara tersebut ngga valid. Pertama mereka menyebutkan kalo reggae itu mbah-nya ska dan rocksteady, padahal faktanya tuh justru sebaliknya, ska dan rocksteady muncul lebih dulu daripada reggae, bahkan kalo emang MTV niat menelusuri akar musik Jamaika, harusnya mereka juga melirik ke musik folk Jamaika seperti Mento dan Niyabinghi.
Nah kesalahan yang kedua, MTV menyebutkan masuknya musik Reggae di Indonesia dimulai sejak tahun 1986 oleh band Black Company. Padahal yang sebenarnya musik reggae udah ada di Indonesia sejak awal tahun 1980, waktu itu band Indonesia yang tercatat pertama kali mainin musik Reggae adalah Abreso, bahkan mereka udah rekaman pada tahun 1984. Sementara di ranah musik Pop, pada tahun 1983 Melky Goeslaw juga sempet menciptakan sebuah lagu berirama reggae yang berjudul Dansa Reggae yang dinyanyikan oleh Nola Tilaar.
Sebenernya kesalahan-kesalahan di atas bukanlah sebuah masalah besar kalau yang ngomong tuh orang awam yang nggak gitu ngerti musik, tapi ini MTV, stasiun yang mengklaim sebagai Music Television. Padahal sebenernya untuk bisa mengetahui fakta-fakta diatas tuh nggak susah-susah amat, nggak perlu riset mendalam yang melibatkan ahli etnomusikologi atau musisi serba tau seperti Ahmad Dani, tapi cukup googling-googling dikit.
MTV emang ngga penting, ngertinya cuman ngeruk duit sama mencuci otak remaja, harusnya nggak usah ngeklaim jadi Music Television, cocoknya ya jadi Empty V aja, bikin otak jadi kosong! ehehehe..
I’m your video DJ
I always talk like I’m wigged out on Quaaludes
I wear a satin baseball jacket everywhere I go
My job is to help destroy
What’s left of your imagination
By feeding you various doses
Of sugar coated mindless garbage
So don’t create
Be sedate
Be a vegetable at home
And thwack on that dial
If we have our way even you will believe this is the future of rock and roll
(MTV GET OFF THE AIR!)
How far will you go
How long will you stoop
To tranquilize our minds with your sugar coated will
You’ve turned rock and roll rebellion
Into Pat Boone Sedation
Making sure nothing’s left of the imagination
MTV Get Off The Air (Dead Kennedys)

5 comments
Comments feed for this article
Mei 14, 2008 pada 6:09 pm
ParisParis
Emang MTV semakin lama semakin jelek kok. Sekarang VJ2 nya dipilih cenderung kepada physical appearance. Trus menurut kamu, MTV sebaiknya harus ngapain? Oh iya, salam kenal!^^
Mei 15, 2008 pada 12:41 am
Miss Mimit
Jiiee Mas Adya kenalan sama Mas Parisss…. Ihi ihi…
Eh aku coba search di Youtube, acara itu ga ada yang upload. HUHUHUHU.
Padahal pengen tau gimana ngawurnya si Empty V.
Ah tapi yg terpenting, Mas Adya memang DEWANYA MUSIKKKKK. Apa2 tau. Dulu aku juga diceritain ttg sejarah2 Punk, Metal, Emo, dll dan dll. It helps me alot!
Itu dari mana Mas dari mana? Kok bisa pengetahuannya ttg musik seluas itu? Apakah karena 25 jam sehari di depan komputer berinternet?
*ih Mimit sok Bahasa Indonesia deh.
Mei 15, 2008 pada 12:49 am
Adya
@Paris
Iyah, bedalah ama jaman dulu ada Sarasehan, Jimmy Aditya.. mereka lebih berbobot dibandingin VJ-VJ sekarang.
Hmm, MTV sekarang ini cenderung untuk mendikte pemirsa untuk mengikuti selera pasar dengan cara memutar secara masif musik yang “itu-itu aja” (baca : musik pop), bukan berarti musik seperti itu ngga bagus (bagus sendiri cukup obyektif), tapi.. ayolah musik tuh nggak cuman sekedar Yovie and The Nuno, Mulan, Kangen Band, dll.. masih banyak lagi jenis-jenis musik lain.. mulai dari world music, metal, jazz, folk… So harusnya MTV bisa memberi porsi juga pada musik lain (pastinya juga diimbangi dengan VJ yang berkualitas dan script yang oke pula :D), dengan ini, maka audiens bakal lebih terdidik secara musikal (halah bahasane..) dan bakal memiliki lebih banyak pilihan.. dan audiens juga bakal bisa menciptakan seleranya sendiri. Oiya, menurut saya juga MTV sekarang lebih banyak menciptakan reality show yang hmm.. agak aneh kayaknya..
Hehehe.. agak berlebihan emang.. tapi ya emang itu harapan saya terhadap stasiun yang mengklaim sebagai Music Television, bukan Money Television hihii .. oiya, salam kenal juga Paris
@Mimit
Mau tau kenapa mit? jawabnya : soalnya aku temenan deket ama Roy Suryo, raja segala informasi.
Mei 28, 2008 pada 7:32 pm
idya
vj cw yg dimaksud vj marissa ya? hahaa. iya gw setuju bgt sm kurangnya pengetahuan vj2. dan satu hal lg yg gw g suka adalah semua vj cewe sekarang bule. kayanya asal bule bisa jd vj. g peduli mau ngomongnya belepotan apa pengetahuan munim. yg penting cantik dan menjual. vj marissa itu bisa apa si? dulu cathy waktu bar masuk mtv jg kacau bahasa indonesianya meskipun menurut gw dia qualified sekarang. rianti jg akhirnya lebih ngedalemin dunia akting. dimaa vj vj kaya nirina dulu. biarpun gayanya aneh, at leat she was smart.
Mei 28, 2008 pada 9:34 pm
Adya
@idya
yakk benerr… MTV sejak jadi MTV Indonesia kayaknya VJ-nya makin ngaco deh.. eh namanya kok mirip ya.. idya ama adya.. ngehehehe