Tak selayaknya tubuh perempuan dilabeli pornografi
tapi…
Apakah layak hal itu dijadikan apologi untuk menjadikan tubuh perempuan sebagai komoditi ?
Tak selayaknya tubuh perempuan dilabeli pornografi
tapi…
Apakah layak hal itu dijadikan apologi untuk menjadikan tubuh perempuan sebagai komoditi ?
Ditulis dalam thoughts | Tag: perempuan, pornografi
yup.
emang ga bisa disangkal, dengan (dalih) sebagai pornografi, wanita justru dijadikan sebagai objek dan ujung2nya ke arah komoditi itu tadi. dalam hal ini, komoditi = ‘perdagangan yg menyenangkan’.
tapi yah tergantung persepsi tiap orang soal pornografi sih.
wanita = objek.
ga ada pembelaan lain. how ironic ):
Oleh: dinda on November 13, 2008
at 3:01 pm
Uh dilema .. baik di pihak pro maupun kontra UU Pornografi sama-sama potensial memandang perempuan = objek .. pasal kareet pasal kareet…
Oleh: Adya on Desember 3, 2008
at 4:45 am