Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2008

Frets on Fire

Serial Guitar Hero (GH) yang sebelumnya hanya dapat dinikmati lewat mesin-mesin console akhirnya pada sekuelnya yang ke-3 hadir bagi pengguna PC. Tapi spek yang dibutuhkan agak bikin merinding. Seengaknya dibutuhin prosesor Dual Core, RAM 2 GB, dan 256 MB 3D Hardware Accelerator Card agar Guitar Hero III versi PC ini bisa lancar dimainin. Anjrit, serem…

Nah tapi ternyata ada juga “Guitar Hero” yang cukup ramah terhadap pengguna PC low-end, game ini judulnya Frets on Fire (FoF). Hal mendasar yang ngebedain GH sama FoF tuh.. FoF ini bersifat open-source Yap! open source, artinya selain bebas didownload, bebas dipake, bebas di sebar-sebarin, juga bebas untuk dikembangin oleh siapapun. Termasuk juga menambah lagu, baik dengan cara meng-convert mp3 atau meng-import lagu-lagu dari DVD Guitar Hero versi PS, jadi jangan heran kalo ada juga Peter Pan atau Ungu di Frets on Fire.

Selain open source, kelebihan utama FoF lainnya adalah : tidak dibutuhkannya spek yang terlalu tinggi. RAM yang dibutuhkan cukup 128 MB. It works on my Celeron with 256 MB RAM, nice isn’t it? Ditambah lagi dengan gameplay yang cukup revolusioner. Game ini dimainkan pake keyboard, dimana tombol F1 – F5 berperan sebagai tombol fret, dan Enter/Shift sebagai tombol pick/strum/nggenjreng, kedengerannya biasa mungkin, tapi coba deh, megang keyboardnya dengan cara dibalik dan dipanggul kayak megang gitar, kerasa feel-nya kayak main gitar beneran.. hehehehe….

So, kalo tertarik bisa langsung diunduh di sini, dan jangan lupa juga join ke forumnya 😉

Five stars out of five stars 😉

Iklan

Read Full Post »

Tau friendster (selanjutnya cukup disebut FS) kan? salah satu web jejaring sosial dengan user yang kebanyakan berasal dari Asia (termasuk Indonesia). Nah sekarang ini kayaknya FS udah jadi menu wajib bagi pengguna internet dengan rentang usia 14 – 25 tahun. FS telah menjadi salah satu parameter pergaulan di dunia maya.

Nah, saya nggak akan ngebahas FS secara umum, toh saya yakin pasti udah banyak yang tau tentang apa itu FS beserta fitur-fiturnya. Yang pengen saya bahas sekarang ini tuh salah satu fitur FS yang bernama bulletin board (untuk selanjutnya cukup disebut bulbor). Akhir-akhir ini saya merasa agak bingung plus terganggu dengan beberapa postingan di bulbor, yaitu postingan yang menurut saya agak konyol, berupa berbagai pertanyaan forward-an (yang biasanya pertanyaan-pertanyaan ngga penting) yang kemudian dijawab oleh si pemosting tersebut. Seperti misalnya begini :

a. belakangan ini srg mikirin apa?
>> mengapa undur-undur jalannya mundur.

b. belakangan ini lg ngrencanain apa?
>> meneliti undur-undur.

c. suka gigit sedotan
>> nggak, lebih suka gigit koran bekas.

d. kpn terakhir kali km bilang i love u?
>> waktu les bahasa Inggris.

e. Apa yg semestinya kmu lakukan skrg?
>> Upacara bendera.

f. ingin menikah? sama siapa?
>> pengen.. sama Ucup Kelik.

g. dll dll dll

Oke.. menurut saya postingan seperti itu a little bit silly and useless. Saya ngrasa, apa sih guna dari posting-posting kayak gitu? Menurut saya malah terkesan sebagai sebuah aksi show off si pemosting akan kehidupan pribadinya. (hei! Look at me! I’m doing this and you’re not. I got this stuff and you’re not , I spent a lot of time with my boyfriend and you’re not, I want to kill somebody and you’re not, and the list goes on blah blah blah..). Sejauh yang saya tau, hakekat *ceileh* dari bulbor itu sebagai sebuah media penyampaian public message yang sekiranya memiliki nilai informasi yang penting bagi publik yang bersangkutan, seperti misalnya pengunguman akan suatu hal penting, undangan, pengunguman suatu event tertentu, menawarkan barang/jasa, dll.

Menurut wikipedia, A bulletin board (pinboard, pin board or notice board in British English) is a place where people can leave public messages, for example, to advertise things to buy or sell, announce events, or provide information. Bulletin boards are often made of a material such as cork to facilitate addition and removal of messages or it can be placed on the computer so people can leave and erase messages for other people to read and see.

Sementara di FS sendiri fitur bulbor dimaksudkan : to post messages such as questions (yeah I know it’s question, but I think there’s an excessive difference between which questions are public, and which questions are personal, and I think that bulletin board means public messages, and, in my humble opinion, questions such as what are you doing right now? What do you want right now? ? What brand of …. do you use? Etc. Are far too personal to be posted in a bulletin board –red), party invites, event information, romance issues, etc.) to all of your friends. The Bulletin Board will show you messages from your friends and Fan Profiles.

Nah saya pikir pertanyaan – jawaban yang sering muncul di bulbor FS bersifat terlalu personal sementara hakikat bulbor yang terpasang di ruang publik (dalam hal ini FS menurut saya adalah salah satu bentuk dari ruang publik dunia maya) . Jika memang ingin menuliskan sesuatu yang bersifat personal, kenapa nggak bikin diary online atau ngeblog aja? Toh blogging sekarang ini udah jadi hal yang mudah untuk dilakukan, dan lebih mengasyikkan tentunya.. orang-orang yang membaca blog kita bisa ikutan nimbrung ngisi komen, sementara kalo lewat bulletin FS kan ujung-ujungnya cuman jadi semacam two way monologue, dimana kita berdialog dua arah dengan diri ktia sendiri tanpa mendapatkan feedback dari orang lain, garing kan? Atau emang niatnya posting bulbor sekedar pengen show off about who you are?

Postingan saya kali ini sama sekali nggak bermaksud untuk menyalahkan atau menyudutkan mereka yang menyukai postingan pertanyaan-jawaban di bulbor FS, it’s your personal choice. Ini hanya sekedar opini pribadi, so jangan diambil ati yaaah, maafin kalo emang ada kata-kata yang ngga ngenakin. Kalo emang misalnya ada yang nggak setuju sama pendapat saya ini, ya diobrolin aja baik-baik, siapa tau ntar saya bisa tau kegunaan postingan pertanyaan-jawaban seperti itu (dan mungkin malah ikutan posting kayak gitu .. heg heg heg..)

PISS ^_^

Read Full Post »

Gigs yang diorganize oleh temen-temen Kongsi Jahit Jahat Syndicate ini menurut jadwal di rundown dimulai jam delapan malem, tapi sejak jam lima sore udah banyak orang yang berdatangan ke LIP untuk cari tiket. Nah karena jumlah tiket yang dijual memang dibatesin sampe 200 tiket, walhasil, belum genep jam tujuh, tiket udah sold out dan banyak calon penonton yang kecele’ (sebelumnya tiket juga dijual di beberapa ticket box, wah tau gini jadi calo dah..)

sold out!

sold out

Sebelum acara di mulai jam delapan malem, pengunjung dan penonton diberi kesempatan untuk nyablon kaos Tika secara cuma-cuma, asal ya bawa kaos sendiri, wah cukup D.I.Y sekali yaaa.. he he he he…

sablon

sablon gratis

Oiya selama menunggu gigs dimulai ada cerita yang lumayan lucu (tapi agak-agak sedih juga sih). Jadi gini.. ada Sepasang suami istri paruh baya dateng bersama empat orang anaknya yang masih kecil-kecil (yang paling gede kira-kira kelas empat SD). Nah setelah usut punya usut, ternyata keluarga itu salah sangka, dikiranya Tika yang bakal konser malem itu tuh Tika-nya AFI (yang ngetop lewat lagu OKE, barengan lesbiannya si Tiwi AFI dalam duet T2).

Oke Oke.. udah cukup ngebahas kesalahpahaman itu, sekarang langsung aja ngebahas acaranya. Jam delapan malem teng, acara dimulai. Panggung dibuka oleh Risky Summerbee and The Honeythief, dengan suguhan “gado-gado” Blues dalam balutan Psychedelic yang cukup atraktif dan membuat bulu kuduk merinding(halah bahasaku sok sangar..). Oiya Risky Summerbee ini juga dikenal sebagai frontman dari band nextofkin. Ah penampilan mereka malem itu memang pantes diacungi jempol, meskipun jujur aja, musik mereka bukan selera saya, tapi performa mereka (terutama Risky tentunya), cukup mengundang kekaguman. Risky mampu membuktikan kalau dia memang performer yang handal di atas panggung, dia bernyanyi, bermain gitar, bermain piano, berteriak, jingkrak-jingkrak, dan nglesot-nglesot.

Risky

Risky Summerbee

Setelah kurang lebih 40 menitan panggung dihangatkan oleh Risky Summerbee and The Honeythief, tiba-tiba panggung dikejutkan oleh seorang MC dadakan, eng ing engg.. siapakah dia? Ternyata dia adalah Bagus Mortal Combat! agak lucu juga ngeliat vokalis band thrash/hc kugiran ini tau-tau jadi mc di acara beginian, padahal aslinya tugasnya Bagus tuh jadi penjaga pintu. he he he.

Mc Bagus

Mc Bagus

Band Selanjutnya yang main adalah Oh,Nina!, band Electropop yang kaya akan sound sampling dan loop tapi karakter vokalnya mirip-mirip Robert Smith. Selama sekitar 40 menit Oh, Nina! Mampu menghadirkan atmosfer futuristik bercampur dengan aroma vintage di venue. Sekali lagi, meskipun saya bukan penggemar musik macem ginian, tapi tetep aja saya akui performa mereka keren, he he he he. Sekedar info aja, sebelumnya Oh, Nina! Bukan band electropop, tapi band indie-pop yang sama sekali ngga ada unsur-unsur sampling dan loop.

oh nina

Oh, Nina!

Setelah Oh, Nina! Turun panggung. Mc Bagus kembali ngecipris di atas panggung, kali ini Bagus nggak sendirian, tapi ditemenin sama Ojie, temen seperjuangannya di Mortal Combat. Bagus yang tadinya keliatan agak-agak grogi dan salah tingkah, sekarang udah mulai bisa menguasai panggung, ntah karena ada temennya, atau karena kadar alkohol dalam darah udah meningkat (penting gak sih ngebahas Mc?).

Ada satu kejutan lagi di gigs kali ini. The Monophones yang batal main digantikan oleh Luky Annash. Siapakah gerangan Luky Annash? Dia adalah kibordis/pianis dari Tika yang juga merupakan adik dari Eka, vokalis The Brandals. Apa yang dilakukan di atas panggung? Apakah dia akan menari bugil? Oh tentu tidak, ternyata selain terkenal sebgai kibordisnya Tika(atau lebih tepatnya kurang terkenal, lha wong saya aja kenalnya baru malem itu..), Luky juga merupakan pianis solo yang memainkan piano-nya sambil menyanyi menjerit-jerit. Agak-agak keinget sama Fiona Apple dan Tori Amos. Tapi malam itu Luky cukup membawakan tiga lagu saja, salah satunya berjudul Bajingan Ibukota (lainnya saya lupa..). Mantap, saya kira Luky bisa jadi the next big thing dalam industri musik Indie.

Luky

Luky Annash

Luky meninggalkan panggung, kembali Mc ngecipris. Sementara Mc masih terus saja ngecipris, kru Tika mulai mempersiapkan panggung.. Ugh.. Gilaaa, ternyata properti yang dibawa ke atas panggung cukup banyak dan “unik”, ambil contoh, sofa, meja, vas bunga, lampu bohlam, payung, plus mic yang dihiasi bunga) edunnn…

Setelah set pangung tertata rapi dan band pengiring siap di posisinya masing-masing, penonton diharuskan menunggu cukup lama, bukan karena Tika-nya sok ngartis apa dia lagi be’ol di belakang, tapi penonoton sengaja disajikan tayangan yang berisi kutipan-kutipan tentang berbagai isu-isu yang ada di Indonesia, seperti misalnnya isu tentang kebobrokan industri media dan hiburan, industri kecantikan, isu gender, dan sebagainya. Salah satu yang saya ingat tuh bunyinya kayak gini “Sekarang yang disukai itu artis dengan wajah-wajah indo, campuran bule. Kalo akting kan bisa dilatih” (kutipan dari “something” Muryono gitu.. katanya sih Artist Management and Talent Scout).

TIka 1

Tika

Baru deh pas tayangan slide abis, yang ditunggu-tunggu naik panggung. Sumpah, saya bingung harus ngereview apa, soalnya bener-bener ga gitu ngerti lagu-lagunya Tika, yang saya tau cuma lagu cover version dari Sue Thompson yang judulnya You Belong to Me (dimana pas denger lagu ini saya jadi keinget sama seseorang di sana.. he he he..*blushing* …Just remember till You’re home again.. You belong to me.. la la la la…). Oke, saya keliatan bego-nya nih, tapi kalau cuman sekedar sedikit mendeskripsikan musiknya, hmm.. in my humble opinion it’s a mix of Jazz and Trip-Hop. Bicara tentang performa panggung, performa Tika bisa dibilang .. hmm let say in Popomundo’s way.. It’s Mind Melting, guess she has five stars or more in basic showmanship skill, he he he. Tika memiliki kemampuan komunikasi dengan penonton yang cukup baik, Ia mampu menciptakan suasana akrab antara performer dengan audience. Hangat dan bersahabat. Dalam setiap jeda lagu ia juga selalu menyempatkan sedikit bercerita tentang lagu yang akan dibawakannya. Salah satu yang saya inget tuh waktu dia bercerita kalau dia pernah jadi Slanker pada taun 90an, dan kalo Slank lagi main dia selalu bawa spanduk gede bertuliskan Spankers (seharusnya Slankers, tapi salah sablon), and then.. dia ngebawain sebuah lagu dari Slank (yang saya ga tau judulnya, he he he..).

Tika 2

Tika 2

Sekitar pukul sebelas, Tika mengakhiri penampilannya malem itu dengan satu lagu baru yang berjudul Mayday, bisa ditebak dari judulnya, lagu itu bercerita tentang buruh. Entah kenapa, lagu itu kok malah ngingetin saya sama lagu-lagunya Chumbawamba era awal 90an. Mungkin karena tema yang agak-agak kiri itu plus irama yang penuh semangat dan bernuansa punk rock yang ngingetin saya sama Chumbawamba. Ah mungkin itu cuma perasaan saya aja.

tika wide

Tika 3

Oke. Pertunjukan selesai, dan penonton pulang ke rumah masing-masing, sementara panitia beres-beres dan makan malam.

Read Full Post »

Pindahan

Karena blogspot kalo dibuka di komputer saya agak sedikit ngehe’ maka saya pindah ke wordpress. Sekian dan Terimakasih

Read Full Post »