Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2015

Memperdalam Agama

tanocan

Seorang musisi berhenti bermusik karena ingin memperdalam agama.
Lalu blablablabla semua berolok-olok.

Suka-suka dia mau memperdalam agama, dota, magic the gathering, mini 4wd, seni pangkas tanaman, fotografi lubang jarum, atau senam.

Bukan kalian yang membiayai hidupnya.

Dah.

Iklan

Read Full Post »

Hikmah Tersembunyi Wednes Mandra

hikmah tersembunyi

Tidak ada alasan tertentu mengapa saya menulis ulasan ini, saya hanya sedang ingin menulis. Ya, saya hanya sedang ingin menulis setelah sekian lama tidak menulis. Kebetulan saat ini saya sedang berada di dalam sebuah bilik warnet, mengunduh beberapa video AKB48 sembari mendengarkan tembang-tembang yang dibawakan oleh Wednes Mandra dalam proyek solonya “Hikmah Tersembunyi”.
wrestlemania

Desain sampul dari rilisan ini yang membuat saya tergelitik untuk mengunduhnya. Tipografi “Wednes Mandra” ini mendadak mengingatkan saya pada sebuah permainan komputer yang sempat saya mainkan ketika masih kecil dulu, WWF WrestleMania (sekarang bisa dunduh gratis di sini).

Ya, memang walaupun isi dari album ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan gulat, namun seperti tipografi desain sampulnya,  beberapa lagu dalam album ini bagi saya pribadi merupakan sebuah reminiscence, sebuah napak tilas yang mengingatkan saya terhadap berbagai hal-hal kecil di masa lalu.

Bintang Kecil dan Naik-Naik ke Puncak Gunung, dua lagu yang tidak asing bagi mereka yang lahir di era 80-an maupun 90-an. Kedua lagu tersebut seakan menjadi lagu yang wajib dihafal oleh Anak TK seluruh Indonesia, termasuk saya yang menempuh pendidikan Taman Kanak-Kanak di TK ABA Kebumen selama setahun dan setahun berikutnya di TK PDHI Banguntapan, Bantul.

Sapi dan Babi Paman, Tidak seperti Wednes, saya tidak memiliki pengalaman main ke rumah Paman lalu disembelihkan Sapi atau Babi, tapi saya ingat ketika liburan ke Kebumen, Paman sering mengajak makan sate kambing.

Menarilah di Surga. Menyanyikan kematian secara tedas, Walau tidak begitu istimewa, saya suka bagaimana kematian dinyanyikan secara indah di sini.

Ndlogok.  Bagian yang paling menarik di lagu ini adalah noise yang ada di latar, mengingatkan pada hardisk 40GB PATA yang diinstall Windows 98 atau kadang juga mengingatkan saya pada suara modem dial up Telkomnet Instan 080989999. Pertama mendengarkan lagu ini saya kira beneran suara hardisk PC warnet.

Blues Ndlogok. Ya memang ndlogok,  kalau kalian tahu video Marty Friedman sinau nggitar, yo koyo ngene iki. sek sek manukku gatel. Bagian “wes pas rasah diowah-owah” membuat saya berpikir ada kecoa di rambut Wednes.

To Zanarkand. Final Fantasy X bukanlah seri Final Fantasy favorit saya, Saya lebih suka Final Fantasy IX, tapi mendengarkan lagi komposisi ini, saya langsung teringat bagaimana Zanarkand dihancurkan oleh Sin, lalu Tidus sang pemain Blitzball yang berusaha untuk menumpas Sin bersama Yuna, Wakka, Lulu, dan siapa lagi ya saya lupa. Inilah yang mengingatkan saya pada jaman ketika masih betah menghabiskan waktu untuk leveling, mengeksplor setiap jengkal map demi berbagai item yang sebenernya nggak penting-penting banget.

Ya, Tujuh track ini sudah terpasang di winamp, diulang-ulang selama 1 jam 12 menit dan 10 menit lagi unduhan AKB48 saya selesai.

Info:

  • Album ini bisa diunduh secara gratis di situs Ear Alert Records
  • Wednes Mandra adalah pemuda asal Pleret, Bantul yang juga tergabung dalam berbagai proyek bebunyian seperti Rabu, Kultivasi, Bangkai Angsa, Pleretian, Asangata, Slarong, dan apa lagi ya.

Read Full Post »

Howdy! (again) 2.0

Wow, sudah empat tahun sepertinya blog ini terbengkalai. Ya, baru lima menit yang lalu saya tiba-tiba teringat cara login ke blog ini. Lagipula dalam lima tahun belakangan ini sepertinya saya lebih memilih bercicit di Twitter 😀

Mungkin sekarang saatnya kembali aktif menulis di sini, ya sepertinya saya perlu lebih dari sekedar 140 karakter 😀

Read Full Post »