Feeds:
Pos
Komentar

Memperdalam Agama

tanocan

Seorang musisi berhenti bermusik karena ingin memperdalam agama.
Lalu blablablabla semua berolok-olok.

Suka-suka dia mau memperdalam agama, dota, magic the gathering, mini 4wd, seni pangkas tanaman, fotografi lubang jarum, atau senam.

Bukan kalian yang membiayai hidupnya.

Dah.

Iklan

hikmah tersembunyi

Tidak ada alasan tertentu mengapa saya menulis ulasan ini, saya hanya sedang ingin menulis. Ya, saya hanya sedang ingin menulis setelah sekian lama tidak menulis. Kebetulan saat ini saya sedang berada di dalam sebuah bilik warnet, mengunduh beberapa video AKB48 sembari mendengarkan tembang-tembang yang dibawakan oleh Wednes Mandra dalam proyek solonya “Hikmah Tersembunyi”.
wrestlemania

Desain sampul dari rilisan ini yang membuat saya tergelitik untuk mengunduhnya. Tipografi “Wednes Mandra” ini mendadak mengingatkan saya pada sebuah permainan komputer yang sempat saya mainkan ketika masih kecil dulu, WWF WrestleMania (sekarang bisa dunduh gratis di sini).

Ya, memang walaupun isi dari album ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan gulat, namun seperti tipografi desain sampulnya,  beberapa lagu dalam album ini bagi saya pribadi merupakan sebuah reminiscence, sebuah napak tilas yang mengingatkan saya terhadap berbagai hal-hal kecil di masa lalu.

Bintang Kecil dan Naik-Naik ke Puncak Gunung, dua lagu yang tidak asing bagi mereka yang lahir di era 80-an maupun 90-an. Kedua lagu tersebut seakan menjadi lagu yang wajib dihafal oleh Anak TK seluruh Indonesia, termasuk saya yang menempuh pendidikan Taman Kanak-Kanak di TK ABA Kebumen selama setahun dan setahun berikutnya di TK PDHI Banguntapan, Bantul.

Sapi dan Babi Paman, Tidak seperti Wednes, saya tidak memiliki pengalaman main ke rumah Paman lalu disembelihkan Sapi atau Babi, tapi saya ingat ketika liburan ke Kebumen, Paman sering mengajak makan sate kambing.

Menarilah di Surga. Menyanyikan kematian secara tedas, Walau tidak begitu istimewa, saya suka bagaimana kematian dinyanyikan secara indah di sini.

Ndlogok.  Bagian yang paling menarik di lagu ini adalah noise yang ada di latar, mengingatkan pada hardisk 40GB PATA yang diinstall Windows 98 atau kadang juga mengingatkan saya pada suara modem dial up Telkomnet Instan 080989999. Pertama mendengarkan lagu ini saya kira beneran suara hardisk PC warnet.

Blues Ndlogok. Ya memang ndlogok,  kalau kalian tahu video Marty Friedman sinau nggitar, yo koyo ngene iki. sek sek manukku gatel. Bagian “wes pas rasah diowah-owah” membuat saya berpikir ada kecoa di rambut Wednes.

To Zanarkand. Final Fantasy X bukanlah seri Final Fantasy favorit saya, Saya lebih suka Final Fantasy IX, tapi mendengarkan lagi komposisi ini, saya langsung teringat bagaimana Zanarkand dihancurkan oleh Sin, lalu Tidus sang pemain Blitzball yang berusaha untuk menumpas Sin bersama Yuna, Wakka, Lulu, dan siapa lagi ya saya lupa. Inilah yang mengingatkan saya pada jaman ketika masih betah menghabiskan waktu untuk leveling, mengeksplor setiap jengkal map demi berbagai item yang sebenernya nggak penting-penting banget.

Ya, Tujuh track ini sudah terpasang di winamp, diulang-ulang selama 1 jam 12 menit dan 10 menit lagi unduhan AKB48 saya selesai.

Info:

  • Album ini bisa diunduh secara gratis di situs Ear Alert Records
  • Wednes Mandra adalah pemuda asal Pleret, Bantul yang juga tergabung dalam berbagai proyek bebunyian seperti Rabu, Kultivasi, Bangkai Angsa, Pleretian, Asangata, Slarong, dan apa lagi ya.

Howdy! (again) 2.0

Wow, sudah empat tahun sepertinya blog ini terbengkalai. Ya, baru lima menit yang lalu saya tiba-tiba teringat cara login ke blog ini. Lagipula dalam lima tahun belakangan ini sepertinya saya lebih memilih bercicit di Twitter 😀

Mungkin sekarang saatnya kembali aktif menulis di sini, ya sepertinya saya perlu lebih dari sekedar 140 karakter 😀

Jika menyimak sepak terjang The Frankenstone sejak rilisan awal mereka sepertinya tidak sulit menebak pola dasar musik yang mereka mainkan. Basically mereka memainkan punk rock, lebih khususnya lagi punk rock catchy a la Ramones (atau yang lebih modern band-band keluaran Lookout Records era 90an seperti The Queers, Screeching Weasel, Green Day era perjuangan). Namun yang istimewa dari mereka adalah mereka mampu bermain-main lebih lanjut dengan berbagai unsur-unsur dari genre musik lain tanpa harus mengalami krisis identitas. Hal ini menunjukkan luasnya referensi mereka di bidang musik.

Mereka mendefinisikan musik yang mereka mainkan sebagai Autism Rock, entah apa yang mereka maksud dengan kalimat yang oleh beberapa orang cenderung ofensif itu, namun dalam pandangan awam saya kata Autis itu dapat diartikan bahwa mereka cenderung asyik bermain-main dengan dunia mereka sendiri, masa bodoh dan tak ambil peduli dengan segala macam labelisasi musik yang digagas oleh para “ahli dan pengamat musik”, dan hasilnya mereka mampu menghasilkan karya yang cukup brilian, variatif, tidak monoton, namun tetap memiliki benang merah yang jelas, aransemen yang “Frankenstone banget”.

Dalam album kedua ini, tidak banyak kejutan yang saya temui. Namun terlihat mereka menunjukkan sedikit kematangan dengan riff gitar dan bassline yang lebih nakal, perpaduan vokal yang lebih harmonis, lebih banyak part singalongable, dan lirik yang cenderung lebih panjang dengan makna yang lebih gamblang dari lagu-lagu di album pertama mereka.

Okay, cukup deh nyacatnyaalbum ini selain bisa didapatkan versi fisiknya melalui personelnya langsung juga bisa diunduh secara gratis di Yes No Wave Music

Sekian 😀

Galau

ga·lau a, ber·ga·lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran);
ke·ga·lau·an n sifat (keadaan hal) galau

Galau dalam postingan ini berarti keadaan pikiran yang kacau dan tidak karuan. Selamat bagi kalian yang pernah merasakan galau. Tuhan bersama orang-orang galau! loh kok bisa?

Galau bukan sekedar suatu keadaan pikiran yang kacau lantas menyendiri di kamar sambil mendengarkan lagu-lagu depresif sambil menyayat-nyayat lengan menggunakan silet.

Galau bukan juga keadaan di mana kita merasa tertekan lalu menjadikannya sebagai pembenaran untuk mengkonsumsi barang-barang memabukkan.

Galau bukan pula  merasa resah lantas dengan bebasnya mengumbar makian dan hujatan sembarangan (trend yang terjadi belakangan ini adalah memaki dan menghujat menggunakan media twitter dan facebook).

Galau adalah ketika kita merasa ada yang salah dengan diri kita  lalu membuat kita  untuk berpikir mencari tahu faktor penyebabnya, baik internal maupun eksternal.  Lebih lanjut lagi kegalauan akan membawa kita dalam sebuah perenungan untuk mengenal lebih jauh siapa diri kita. Barangsiapa yang mampu mengenal dirinya sendiri tentu akan dapat lebih mawas diri, lebih eling lan waspodo. Bukan hal yang buruk kan?

Jangan takut galau. ;)

Open Minded (?)

Menjadi seseorang yang liberal dan berpikiran terbuka berarti harus bisa menerima dan terbuka terhadap segala hal yang dianggap “menyimpang” dari norma-norma masyarakat umum. Seperti misalnya: terbuka terhadap segala pemikiran kekirian; atheisme; kesetaraan gay dan lesbi; seks pra-nikah; penggunaan alkohol dan ganja; tattoo; subkultur punk, dll.

Namun apakah dengan menjadi seorang yang berpikiran terbuka juga harus terbuka dengan segala hal yang katakanlah.. “budaya impor dari padang pasir” ? seperti misalnya wanita bercadar; pria bergamis, berjanggut tebal, dan bercelana congklang; bahasa arab; dll. Apakah kita bisa tidak menyebut pria bercelana congklang itu dengan sebutan menggelikan semacam Alkacong (aliran kathok congklang – aliran celana congklang)? Apakah kita bisa untuk tidak memandang semua pria berjanggut dan bergamis sebagai fanatik gila yang ahli merakit bom? Apakah kita bisa untuk tidak memandang semua ustadz sebagai orang-orang konservatif berpikiran dangkal?

Yah, silahkan dipikir sendiri deh :D

Teruntuk sahabat-sahabatku, kaum “liberal” penghamba logika dan juga  kaum “radikal” penghamba dogma. Tidak bisakah kalian duduk satu ruangan dan saling bertukar pikiran dengan damai tanpa segala prasangka buruk? :)

Howdy! (again)

Nggak kerasa udah lebih dari setaun blog ini nggak keurus. Alasan utamanya sih gara-gara saya sempet lupa passwordnya, hehe.. Sebenernya sih saya sempet juga bikin blog di hostingan pribadi, tapi saya nggak tau bakal sampe kapan punya hostingan jadi lebih baik tetep stay di sini aja deh 😀

Oke, banyak kejadian menarik yang terjadi dalam setahun ini. Bertemu mantan, hampir balikan, ditinggal lagi; lulus kuliah; dapet kerja, resign, dapet kerja, resign lagi; mendadak deket sama gebetan jaman kuliah tapi udah keburu biasa aja (walau sedikit masih ngarep juga sih); akhirnya bisa liat yang namanya Karimun Jawa; ngerasain jadi tekyan di kota lain (tapi masih aja tetep megang telpon pinter dan ATM);  dan banyak lagi deh.. yang pasti itu semua bener-bener membuat saya merasa lebih hidup.

Cheers! 😀