Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Cloudburst’

IMG_0357

Di usia yang sudah mencapai kepala tiga ini, cukup sulit rasanya bagi saya untuk bisa menikmati sebuah pertunjukan musik, biasanya saya datang hanya sekedar nongkrong demi menyambung silaturahmi dengan teman-teman. Ya, kesibukan seringkali jadi kambing hitam bagi sempitnya ruang interaksi tatap muka sehingga saya memanfaatkan acara musik yang ada sebagai media temu kangen. Maka, dibandingkan acara skala besar yang dipenuhi orang asing, saya lebih suka datang ke acara kecil-kecilan yang dihadiri oleh segelintir wajah-wajah akrab. Duduk di lapakan sambil mengobrol merupakan aktivitas favorit saya ketika menghadiri sebuah pertunjukan musik dan lalu pulang tanpa membawa kesan apapun.

Demikian, bukan berarti saya tidak bisa menikmati lagi pertunjukan musik sebagai pertunjukan musik, dalam lima tahun terakhir ini tercatat ada empat acara yang memberikan kesan mendalam bagi saya, yaitu Indonesian Netaudo Festival 1, #BingoDIY, Launching Album Perdana Rabu, dan Launching album YK//DK x Energy Nuclear (atau mungkin bisa ditambahkan konser AKB48 x JKT48 :P). Sebuah pertunjukan saya sebut berkesan adalah ketika saya hadir di situ bukan hanya sebagai ajang bersosialiasi, namun juga bisa merasakan sepenuhnya gig experience dari acara tersebut sehingga atmosfirnya masih terasa hingga sepekan atau lebih.

Jum’at malam pekan lalu, bertepatan dengan Peringatan Hari Pramuka, saya kembali menemukan kegembiraan dalam sebuah pertunjukan musik. Teman-teman dari YKBooking semacam menjadi agen pembawa kegembiraan dengan acara mereka , Saturday Night Karaoke Sruput Tour 2015 chapter Jogja. Acara yang menghadirkan lima band yaitu Barokah, Energy Nuclear, Rocket Airplane, Cloudburst, dan Saturday Night Karaoke tersebut diadakan di basement pengap sebuah kampus swasta dan dihadiri kurang dari 50 orang namun dipenuhi oleh kehangatan.

Tercatat di pamflet, acara dimulai pukul 7 malam, sementara kegiatan saya di kantor baru selesai pukul 7.15, namun mengingat kebiasaan ngaret yang sudah dianggap hal lumrah di setiap pertunjukan musik, maka saya merasa tidak perlu untuk terburu-buru sehingga menyempatkan untuk mampir di sebuah mini market untuk menumpang cuci muka. Nah! Benar juga, saya tiba di venue sekitar jam 8 dan acara belum dimulai. Tampak wajah-wajah akrab di sekitaran venue sehingga waktu luang tersebut saya manfaatkan untuk menyapa dan sedikit beramah-tamah dengan pertanyaan basa-basi seperti “karo sopo bro? Wis ket mau bro? Ngelapak ora bro? Tegar teko ra bro? Ora karo Robert bro? Nomermu isih sing mbiyen toh? Wis rabi bro? Nyilih korek bro” sebagai pembuka obrolan.

Acara dimulai sekitar pukul 8.15. Barokah hadir sebagai penampil pertama sementara saya masih asyik beramah-tamah dengan teman-teman, termasuk menyapa teman-teman Saturday Night Karaoke sehingga kurang begitu memperhatikan band tersebut. Barokah sendiri memainkan pop-punk/skate-punk/melodic-punk atau semacamnya. Malam itu penampilan mereka masih kurang rapih tapi cukup lumayan untuk memanaskan awal acara yang masih sepi.

IMG_0311

Dilanjutkan oleh Energy Nuclear (EN). Band yang konon katanya memainkan musik mathcore ini sudah sempat membuat saya jatuh hati melalui penampilan mereka di launching album YK//DK x Energy Nuclear. Saya sama sekali tidak menyimak mathcore dan band-bandnya, namun penampilan mereka yang penuh ledakan energi benar-benar membuat saya terpesona, sayang sekali saya tidak menemukan ledakan yang sama dalam album mereka yang berjudul “All Humans Are Weird”. Bukan..bukan berarti album rilisan Rusty Nails tersebut tidak layak disimak, album tersebut tentu sebuah album yang menarik untuk disimak, namun sepertinya sekeping Cakram Digital tidak mampu menampung luapan energi mereka sehingga mentonton mereka secara live adalah satu-satunya jalan untuk bisa merasakan pengalaman menikmati sajian EN sepenuhnya, dan malam itu EN kembali tampil dengan sangat apik. Melihat penampilan mereka tersebut, kadang saya ingin sekedar manthuk-manthuk dan gedheg-gedheg , kadang ingin merem-melek sambil sedikit berkontemplasi, dan tiba-tiba saya ingin mengepalkan tinju ke udara, lalu mengepalkan tinju ke tanah, kemudian ingin meloncat-loncat pakai trampolin, berulang begitu terus melalui progresi yang tidak bisa saya tebak. Permainan mereka sangat rapat dan rapi.

Selepas merasakan ledakan nuklir dari EN, saya lalu beranjak keluar venue untuk cari angin, sayup-sayup terdengar Rocket Airplane memainkan setnya. Musik yang mereka mainkan mengingatkan saya pada Blink182, kata seorang teman malam itu mereka juga sempat membawakan lagu dari Angel and Airwaves. Saya tidak begitu suka Blink182 kecuali album Enema Of The State, dan saya sama sekali tidak tahu lagu Angel and Airwaves namun dari pendengaran saya mereka bermain dengan rapi.

IMG_0328

Selanjutnya Saturday Night Karaoke (SNK), saya malas mengulas Trio Pop Punk asal Bandung ini karena musik mereka jelek… nggak deng bercanda, justru penampilan mereka yang saya paling saya tunggu-tunggu. Pop punk yang mereka mainkan merupakan gateway drug saya dalam memasuki scene punk sehingga bisa mengenal berbagai varian punk dan musik sidestream lainnya. Band-band seperti Green Day pra Nimrod, Descendents, The Queers, Screeching Weasel, MxPx dan band-band rilisan Lookout Records/Fat Wreck Chords menjadi soundtrack masa puber saya hingga kemudian saya mengenal punk rock lebih jauh. Secara subyektif, musik yang dimainkan SNK merupakan definisi dari sesungguhnya dari Pop Punk ketika kebanyakan band yang mengklaim diri mereka sebagai pop-punk jatuhnya terlalu punk rock atau justru terlalu ngepop dengan vokal menye-menye, lirik yang meratap-ratap atau tambahan synth tulat tulit yang mengganggu. Malam itu SNK memainkan beberapa lagu dari full length album mereka seperti Flaming Adolescent Passion, Anthem For The Grown Up Kobo Kun, Not FB, walau sayang seingat saya mereka tidak memainkan track favorit saya, Anaya (CMIIW). Puncaknya adalah ketika mereka memainkan sebuah lagu dari grup idola yang saat ini sedang naik daun, Bersepeda Berdua dari JKT48, beberapa wota yang biasanya denial, malam itu menunjukkan kewotaan mereka dengan ikut menyanyi Saya sendiri sempat kaget melihat orang-orang yang tidak tidak terlihat wota ternyata hafal lagu tersebut. Selain itu, yang menjadi kejutan bagi saya adalah mereka membawakan lagu J.A.R dari Green Day. Ya mengejutkan karena lagu tersebut tergolong tidak populer. Sempat menjadi soundtrack dari film Angus, lagu ini cukup berkesan bagi saya. Ketika SMP (sekitar tahun 1996-1999), saya adalah fans berat Green Day (hingga sempat mengirim surat ingin mendaftar Idiot Club, tapi sepertinya suratnya nggak nyampe 😥 ), sayang saat itu album yang beredar di Indonesia hanya Dookie, Insomniac, dan Nimrod, sementara dua album sebelumnya Kerplunk dan 1039 Smoothed Out Sloppy Hours cukup sulit untuk ditemukan, dan ketika menonton Angus lalu mendengar ada lagu Green Day di luar tiga album tersebut di atas, saya merasa senang dan sering menyewa VCD Angus hanya untuk mendengar lagu tersebut. Dimainkannya J.A.R oleh SNK sepertinya menyumbangkan 33,3% dari kegembiraan yang saya rasakan malam itu. Perasaan saya ketika J.A.R dimainkan sama seperti ketika AKB48 membawakan Reset, Only Today, Hashire Penguin, dan After Rain pada konser mereka bulan Februari lampau. Penampilan SNK membawa saya bernostalgia ke masa-masa SMP dan awal-awal SMA sebagai seorang remaja medioker yang merasa kurang beruntung dalam percintaan dan dipenuhi oleh kegamangan hidup a la remaja puber.

IMG_0375

Cloudburst menjadi klimaks bagi gig malam itu. Tampil sebagai band penutup bukannya membuat suasana menjadi dingin, sebaliknya crowd justru makin liar. Penonton yang tadinya cukup berdiri tiba-tiba menjadi beringas, ketiadaan panggung tak menghalangi beberapa orang untuk melakukan crowd surfing (dengan cara diangkat terlebih dahulu tentunya. He he he). Sama seperti EN, saya juga tidak menyimak musik metallic hardcore yang dimainkan Cloudburst, namun penampilan mereka yang chaotic dan penuh energi menjadi sesuatu yang mengasyikkan untuk dilihat. Saat itu saya sudah terlampau letih untuk ikut dalam liarnya crowd dan memutuskan untuk mengabadikan set mereka melalui kamera video HP saya, namun karena pencahayaan yang kurang menjadikan hasil rekaman saya begitu buruk dan akhirnya saya hapus saja. Keputusan untuk meletakkan Cloudburst di akhir acara, dan bukannya SNK adalah keputusan yang tepat. Siapapun yang menyusun set, dia benar-benar paham bagaimana menjaga tempo agar rangkaian acara berjalan dengan smooth dan antusiasme crowd tetap terjaga. Mungkin sang penyusun bisa mencoba menjadi wedding organizer.

IMG_0410

Dengan berakhirnya penampilan Cloudburst, selesai sudah rangkaian acara Saturday Night Karaoke Sruput Tour chapter Jogja, dan seperti kebanyakan acara kolektifan lainnya. Sesi ramah-tamah, handshake, hi-touch, two-shot atau group shot menjadi semacam agenda wajib untuk mempererat Ukhuwah. Menarik sekali mengingat band yang main maupun penonton yang hadir berangkat dari latar belakang musik yang berbeda namun semacam tidak ada sekat-sekat untuk saling mengakrabkan diri. シアワセ!

IMG_0317

foto-foto oleh Lawung Panji Sadewa. Terimakasih Lawung.

Iklan

Read Full Post »

“All Human Are Weird Pretentious Asshole” adalah judul dari sebuah acara launching album dari dua band, YK\\DK dan Energy Nuclear dan kebetulan nama acara tersebut diambil dari judul masing-masing album kedua band yang punya hajat, All Humans Are Weird dari Energy Nuclear dan We’re All Pretentious Asshole dari YK\\DK. Tadinya saya malas datang ke acara ini gara-gara GTA V yang sudah sukses terinstall di PC, namun rasa penasaran terhadap salah satu penampil membuat saya urung menghabiskan malam minggu bersama trio Michael, Trevor dan Franklin.

Sen, begitulah nama band yang menggelitik rasa penasaran saya, bukan.. bukan musikalitas mereka yang membuat saya penasaran melainkan setiap kali saya melihat-lihat profil adik-adik lucu dari scene cosplay/jejepangan saya selalu menemukan akun gitaris Sen di bagian mutual friend. Hehe.

Acara dibuka oleh salah satu empunya hajat, YK\\DK, sayang sih masih sepi jadi kerasa datar. Mereka menutup set dengan Wasted dari Black Flag, eh tapi ada beberapa penonton teriak ankoru (apaan) sehingga mereka menambah satu lagi, We’re pretentious Asshole yang sebenernya udah mereka bawain, jadi semacam repost gan.

YK\\DK ngemot mic

YK\\DK ngemot mic.

Selanjutnya SEN, wajah personelnya terlihat asing bagi saya kecuali gitarisnya (yang saya singgung di atas), sempat kepikiran mereka tipikal orang-orang yang akun facebooknya pakai nama jepang dan kalau pulang ke rumah teriak TADAIMAAAA, tapi dilihat dari tampangnya kayaknya engga deh. Sempat membawakan Linda Linda dari Blue Hearts. Mendengar musik punk melodius yang mereka mainkan saya berharap SEN bisa lebih produktif dan sering manggung. Release more stuff please 😀

DSC_5302

SEN nekonekonekonekoneko.

Lefty Fish berhasil membuat area depan panggung jadi penuh. Suara vokalisnya pas ngomong mirip mbak-mbak Customer Service atau mbak-mbak yang ngomong “Pintu teater satu telah dibuka”. Oh iya, ini merupakan penampilan perdana mereka. Dua single yang mereka luncurkan via soundcloud berhasil bikin banyak orang kagum. (entah kagum beneran apa pura-pura kagum biar dianggap paham musik model gini). Oh iya sempat ada diskusi kecil sama teman mengenai arti dari Lefty Fish, apakah ikan kidal, atau ikan sisa. Ya kalau sisa kan harusnya leftover tapi logo band ini gambar tulang ikan, jadi bisa saja lefty diambil dari leftover. Hingga saya memutuskan untuk nggak tanya sama personel band yang bersangkutan.

DSC_5336

Pintu teater satu telah dibuka.

Belulang Besi, izinkan saya menulis “CRUST AS FUCK! FUCK AS PUNK!!!!!” untuk menutupi ketidaktahuan saya mengenai musik yang mereka mainkan. Ya memang kalimat yang exaggerated sangat cocok untuk menutupi hal-hal yang tidak kita pahami. Oke, kalau begitu saya akan mengulas hal lain dari band ini yaitu fashion pemain bassnya. Beberapa teman bilang gaya berpakainnya mirip Visual Kei Jepang, tapi saya malah teringat GD tapi kan GD fashionnya sedikit banyak terinspirasi punk. Jadi intinya tetep punk.

DSC_5370

Belalang Besi

Cloudburst. Saya baru tau ternyata band ini dulu bernama Unrest, ya memang nama Cloudburst lebih keren walau mengingatkan saya akan kisah sepasang manula lesbian. Maap maap. Kalau ngomongin musik saya juga nggak begitu ngeh dengan musik yang mereka bawakan, kata teman-teman sih kayak Converge, tapi Converge itu apa saya juga ngga tau. Nah yang jelas penampilan mereka berhasil memanaskan area pinggiran panggung. Lama sekali nggak lihat keriaan seperti ini.

Pokoke mbengok

Pokoke mbengok

Energy Nuclear. Hmm gimana ya, jadi saya ini tipe orang yang selera musiknya berada di zona nyaman. Playlist saya dalam 15 tahun terakhir nggak pernah jauh-jauh dari Top 40 Oi!/Streetpunk, Oldschool Hardcore, dan Grup Idola Tiga Huruf Dua Angka, jadi ketika diperdengarkan musik seperti ini saya mbatin “uopoooo iki”. Eh tapi ini keren! Awalnya saya udah mau bodoamat sama EN, tapi beberapa part dari lagu-lagu mereka menarik perhatian saya. Progresi chord njelimet berhasil mereka bawain dengan flow yang halus, perpindahan antar part terasa lembut sehingga rasanya nggak seperti naik bajaj. Kebetulan beberapa bulan ini saya sedang tergila-gila dengan album kedua Tricot, nah EN ini mengingatkan saya pada Tricot, tapi tetap Tricot adalah Tricot dan EN tetaplah EN. Keduanya adalah entitas berbeda dengan karakter yang berbeda pula. Kalau dianalogikan dengan game, Tricot dan EN seperti Shen Mue (Dreamcast/Xbox) dan serial Yakuza (Playstation 2/3). Penampilan mereka ditutup dengan kolaborasi bersama dua member YK\\DK (Kalau nggak salah namanya Hilman dan Bogel) membawakan sebuah komposisi yang kayaknya berjudul All Humans Are Weird Pretentious Asshole. Pokoknya DECAYED NUCLEAR ENERGY AS FUCK YKYKYKYKYKYK(no! this exaggerated sentence is not meant to be cover for my lack of knowledge hehe). Kolaborasi ini langsung mengingatkan saya akan Temodemo No Namida versi Yokoyama Yui x Melody Nurramdhani Laksani yang dibawakan di Kokas tanggal 20 Februari lampau (atau malah Two Roses Matsui J dan Matsui R. Hehe ora deng). Penempatan EN di akhir acara memang keputusan yang tepat, klimaks.

Wis setem urung buwos?

Wis setem urung buwos?

Overall acara ini sangat memuaskan. Venue yang kecil dan pentonton yang tidak begitu membludak. Oh iya yang datang ke acara ini juga seimbang antara orang-orang yang sudah saya kenal dan wajah-wajah baru. Acara kecil semacam ini juga memicu interaksi yang lebih intens. Lineup dari acara ini juga mantep, masing-masing band yang main punya karakter sendiri-sendiri sehingga nggak bosen menyimak acara dari awal sampai akhir. Sip. Asik. Sampai jumpa. Dadah. Wassalam.

Boys Love <3 <3 <3

Boys Love

Mas mas, mbok dodolanku dituku.

Mas mas, mbok dodolanku dituku.

AKU BUTOOOO HA HA HA HA

AKU BUTOOOO HA HA HA HA

Wis ah kesel.

Wis ah kesel.

Read Full Post »