Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘perempuan’

Pornografi?

Tak selayaknya tubuh perempuan dilabeli pornografi

tapi…

Apakah layak hal itu dijadikan apologi untuk menjadikan tubuh perempuan sebagai komoditi ?

Iklan

Read Full Post »

Perempuan

“I have something to say to all the sons out there. To all the boys, to all the men, to all of us. It’s about women, and how they are not mere objects with curves that make us crazy. No, they are our wives, they are our daughters, our sisters, our grandmas, our aunts, our nieces and nephews. Well, not our nephews. They are our mothers. And you know somethin’, folks? As ridiculous as this sounds, I would rather feel the sweet breath of my beautiful wife on the back of my neck as I sleep, than stuff dollar bills into some stranger’s G-string. Am I wrong? Or am I right?”

(As said by Homer Simpson *yes that big dumb ape, not another Homer Simpson* at Homer’s Night Out episode)

I also have something to say to all the boys, men, and *ehem* primates out there..

Kadang kita (laki-laki, termasuk aku juga..hehehe -tapi ngga semua laki-laki kok! masi banyak yang bener2 berhati mulia) seringkali melihat perempuan cuman sebagai obyek, seringkali kita merasa bangga kalau kita berhasil “ngerjain seorang perempuan” (terserah mau diartiin gimana), bahkan ada juga beberapa dari kita yang merasa parameter kejantannya dinilai dari berapa banyak perempuan yang pernah “dikerjainnya”.

Begitu banyaknya perempuan yang dengan mudahnya bisa diajak “ngapa-ngapain” (maksudnya main layangan, menahan lapar, mengentut lama, menjelajah labirin) dengan hanya modal sedikit sepik-sepik iblis atau beberapa uang cepekan (ribu pastinya), membuat kita memberi harga yang sangat rendah terhadap perempuan.

Sebaliknya, kadang-kadang kita juga dapat disakiti oleh perempuan, merasa menjadi bagian dari permainan seorang perempuan, dan lalu kita memaki perempuan yang bersangkutan dengan kata-kata “sundal, jalang, bitch, slut, kuntilanak, monyet bau, kadal bintit, muka gepeng, kecoa bunting, babi ngepet, dinosaurus, brontosaurus, dll”. Dan hal itu lagi-lagi malahan membuat kita kembali memberi harga yang cukup rendah terhadap perempuan.

Begitu mudahnya kita memberi harga pada wanita, memposisikan wanita pada level yang lebih rendah dari kita, memandang wanita sebagai suatu obyek seksual. Tanpa kita menyadari bahwa wanita juga sama seperti kita, memiliki perasaan dan mampu berpikir untuk dirinya sendiri. Tanpa kita sadari pula bahwa kita lahir dari rahim seorang wanita.

Eng.. agak ngelantur emang postingan aku kali ini, nulisnya juga sambil agak ngantuk-ngantuk. Pengen posting ginian gara-gara kemaren ini sempet kenal sama seorang perempuan, yaaa anggap aja perempuan ini bukan perempuan yang sama masyarakat dimasukkan dalam kategori “baik-baik”. Tapi entah kenapa beberapa obrolan singkat dengannya seakan menjadi tamparan untukku. Aku yang selama ini sering sok-sokan gak suka sama diskriminasi gender ternyata atas nama ego dan juga biologis secara ga sadar aku juga sering memandang rendah perempuan. Mmm, munafik atau malah naif?

Call her bitch, but bitches have feelings too , and a little bit of love could mean so much..

Moral yang bisa dipetik dari postingan ini adalah : sebenernya di mata Roy Suryo ™ Blog ini masuk kategori positif apa negatif ya?

Read Full Post »