Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘reason to die’

IMG_20150901_234409

Reason To Die (RTD) merupakan salah satu nama yang cukup berpengaruh dalam dinamika scene Yogyakarta Hardcore (YKHC). Kehadiran mereka di tengah-tengah stagnansi YKHC pada pertengahan 2000-an seolah-olah mengisi kekosongan saat itu. Pun persona galak dan warna musik beatdown yang mereka bawakan menjadi semacam pemicu bagi perkembangan hardcore di Yogyakarta sejak akhir 2000-an hingga sekarang. Berdiri pada tahun 2006, RTD langsung menggertak dengan lagu mereka “False Hardcore Fall”. Sebuah tamparan keras bagi fenomena fashioncore yang marak saat itu. Lagu tersebut langsung menjadi semacam anthem bagi mereka yang jengah dengan fashioncore.

Butuh waktu lama bagi mereka untuk merilis sebuah full length, Yap, baru tahun 2015 ini album mereka yang bertajuk Undefeated dirilis melalui Samstrong Records. Saya bukan penikmat musik hardcore galak a la Throwdown, Hatebreed, Cast Aside, First Blood, dan sebagainya. Musik yang mereka mainkan memang selalu berhasil membuat saya manthuk-manthuk sambil mbatin “wah enak juga ya” tapi tidak pernah sampai meninggalkan kesan mendalam dan hanya menjadi semacam musik sambil lalu. Walau demikian, saya merasa perlu menyimak album ini dengan alasan historis-lokalitas seperti disebut di atas.

Jika mengabaikan intro, Undefeated dibuka dengan track THINK, LEARN,PROVE, sebuah track yang secara tedas menampar mereka yang melanggar komitmen (sepertinya lagu ini tentang gadis yang sudah memutuskan untuk berjilbab tapi tiba-tiba ia melepas jilbabnya). Bagi saya, durasi yang singkat menjadikan lagu ini sukses sebagai pengantar dalam menyimak track-track selanjutnya. ***

FIGHT OR DIE. Track favorit! Penuh semangat dan ledakan energi. Toh tema klise mengenai perjuangan hidup tidak membuat mereka terjebak dalam penulisan lirik yang terlalu cheesy. Durasi yang cukup lama tidak lantas menjadikan track ini monoton. Progresi-variasi dalam track ini sangat menarik. Manuver dari growl ke shout hingga rap a la RATM yang dilakukan divisi vokal menjadikan lagu ini jauh dari kesan membosankan. ****

BERSAMA, sebuah lagu cover dari Strength to Strength, band Hardcore Yogyakarta era awal 2000an. Cukup mengejutkan melihat ada lagu ini dalam tracklist mereka. Sempat ada keraguan apakah RTD mampu membawa semangat Youth Crew yang kental di lagu ini. Well.. they did it quite good. Di awal lagu aransemennya tidak berbeda jauh, namun memasuki tengah hingga akhir, mereka mampu memberi warna tersendiri tanpa harus keluar jauh dari koridor 88 Hardcore. ***

Entah apa maksud ada lagu anak-anak Di sini senang, di sana senang di awal lagu SLAM (VIOLENCE) DANCE, bagi saya ini cukup menganggu karena menurunkan pace yang sudah dibangun sejak track pertama, tapi ya suka-suka mereka sih. Bukan saya yang biayain produksi album mereka. Durasi yang singkat pun masih terpotong oleh di sini senang di sana senang dan lagi track ini terlalu berat bagi saya walaupun tema yang diangkat bagus. **

RAURUSAN CUK! Mampu mengembalikan pace yang tadinya turun gara-gara sana-sini senang. Tema klasik hardcore mengenai teman palsu dibalut dengan kearifan lokal. Beberapa bagian terdengar jenaka membuat saya mampu mendengar lagu ini tanpa merasa dimarah-marahin (hidup sudah susah, dengerin musik niatnya buat santai eh kok malah dimarah-marahin). Bagian “Koyo Cangkem Keple” merupakan hook bagi saya untuk lagu ini. Track favorit kedua! ****

Durasi yang terlalu lama dan minim variasi membuat ANGER cukup membosankan. Bagi saya, 7 menit 47 detik terlalu lama untuk sebuah track hardcore.Tidak ada progresi yang menarik, hanya breakdown zeng zeng zeng zeng yang terlalu banyak. Untungnya sekelumit solo gitar di akhir lagu bisa menunda saya untuk ketiduran. Least favourite track! **

DEADBEAT satu lagi lagu cover, kali ini dari CAST ASIDE. Sedikit lebih ngebut dari versi aslinya sehingga lebih terasa punkish membuat saya lebih memfavoritkan versi RTD. Versi aslinya juga terasa lebih flat ***

LIAR dibuka dengan ketukan drum yang nyantol lalu part zeng zeng zeng dengan shout shout yang emosional. Tentu ini track yang sangat emosional dan penuh ledakan. Vokal yang bersahut-sahutan dan part-part drum yang menggelayut menjadikan track ini lagi-lagi mendapat empat bintan ****

Dari judulnya sudah ketahuan tema apa yang diangkat dalam track TRUE FRIEND RESPECT, Pertemanan sepertinya memang menjadi tema favorit bagi kebanyakan band hardcore. Seperti temanya yang klise, secara aransemen musik juga tidak ada yang terlalu istimewa di sini. Tipikal lagu sambil lalu yang enak didengerin tapi tidak memiliki sesuatu yang bikin saya kecantol ***

Sebagai penutup, UNDEFEATED mampu menjalankan perannya dengan baik. Dibuka dengan sampling dari NOFX dilanjutkan dengan gang shout yang rancak. Renyah! Demikian kesan saya mengenai track terakhir (di luar outro) ini. ****

Secara keseluruhan album UNDEFEATED merupakan album yang menarik. Ketakutan saya akan terlalu banyak part zeng zeng zeng zeng pupus sudah. Sebagai sebuah band hardcore yang mendapatkan influence dari band-band beatdown, RTD tidak terjebak dalam breakdown breakdown membosankan. Mereka mampu sedikit genit bermain-main di ranah lain dan hasilnya surprisingly good! Saya hampir lupa kalau seluruh personel mereka Straight Edge, sebab dalam album ini mereka tidak secara eksplisit menunjukkan identitas mereka sebagai Straight Edge (Mungkin ada di track pertama, tapi melanggar komitmen pun bisa diaplikasikan di ranah yang lebih luas, bukan sekedar break the edge atau lebas jilbab)

Overall Score : ***

Read Full Post »